Laman

Minggu, 19 September 2010

deep inside me

Sudah lama ku hidup di dunia ini, hidup dengan satu tujuan yang tidak pasti. ku tahu aku punya tujuan itu, ku tahu aku harus mencapai itu. namun segalanya terasa sulit untuk ku jalani, aku seperti tengah terjebak di lumpur hisap yang terus menarik ku ke masa lalu ku bila ku memberontak ingin maju.
satu-satu nya cara agar tidak ditarik lebih dalam adalah diam dan tenang, tapi aku tahu jika aku diam maka hanya ada aku yang tetap ditempat ketika semua orang melangkah maju. mungkin itulah kebodohan ku, terjebak di situasi dimana aku tidak tahu pasti apakah aku bisa bertahan lebih lama lagi. pernah ku berpikir, apakah lumpur hisap akan kering ketika musim kemarau atau musim panas? jika iya, berarti saat itulah harapan ku untuk lepas dari semua ini, memang susah jika ia sudah mengeras, namun dengan berusaha sekuat tenaga aku yakin aku bisa. tapi jika tidak, maka sepertinya aku memang hanya punya 2 pilihan terakhir, hanya diam agar ku bertahan hidup lebih lama atau terus memberontak hingga akhirnya seluruh tubuhku tertarik kedalamnya.

Mungkin seharusnya saat ini juga aku buka google, mencari informasi tentang lumpur hisap di dalamnya, mencari jawaban akan pertanyaan yang menentukan nasib ku sekarang juga. akan tetapi aku takut, aku takut kalau kenyataan yang ada, jawaban yang ku dapat adalah jawaban yang tidak ku inginkan. aku takut menerima kenyataan kalau aku memang tidak bisa melakukan apa-apa lagi. lebih baik aku menunggu dan menunggu, menunggu datangnya musim kemarau ataupun musim panas yang akan mengeringkan lumpur hisap ini, menunggu jawaban yang sebenarnya bisa kudapatkan sekarang ini. hanya dengan menunggulah aku masih mempunyai harapan hidup, harapan untuk bertahan dan tetap tenang di dalam lumpur hisap ini.

Kalian boleh menyebutku pengecut, kalian boleh menjelek-jelekan ku, namun apakah kalian pernah berpikir, pernah merasakan bagaimana jika kalian sendiri yang berada di kondisi ku, apa reaksi kalian jika kalian yang berada di posisi ku? Jawablah pertanyaan itu di relung hati kalian dan renungkan apakah selama ini kalian sudah menghargai kondisi hidup kalian yang lebih baik dari ku? atau kalian hanya terus mengeluh?

Jujur aku sering mengeluh dimulut, namun dihati aku tahu bahwa semua keluhanku itu sengaja ku keluarkan karena aku harus tenang, aku tidak boleh memberontak jika aku ingin bertahan hidup lebih lama di lumpur hisap ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar